Gerakan Anyar Eka Ramdani, Dakwah Lewat Sepak Bola

Nama Eka Ramdani tentu masih melekat di hati para Bobotoh Persib Bandung. Sang pria menjadi ikon Maung Bandung selama beberapa musim. Ia membela Pangeran Biru sejak 2002 kemudian tahun 2003 pindah ke Persijatim dan kembali ke tim asal Kota Kembang ini pada tahun 2005-2011.

Tetapi, beberapa musim kemudian pria asal Purwakarta ini pindah ke Persisam Putra Samarinda (2011-2012), Pelita Bandung Raya (2012-2013), Semen Padang (2013-2016), Sriwijaya FC (2016-2017), Persela Lamongan (2017), dan kembali ke Persib Bandung (2017-2018).

Maung Bandung pun menjadi tim terakhir sepanjang kariernya. Pria berusia 36 tahun ini menentukan pensiun pada 2018, usai masa kerjanya bareng tim kebanggaan Bobotoh ini pada Desember 2018.

Gantung sepatu sebagai amunisi, sepak bola tidak sempat ditinggalkan oleh Eka. Sang pria sekarang sibuk sebagai juru racik anak-anak kelompok umur di SSB UNI, tempat di mana ia dulu menimba ilmu sepak bola.

“Ya, kegiatan saya saat ini mengasuh anak-anak di SSB. Selain itu, usaha jualan jahe merah juga sama seperti yang ada dipinggiran jalan gitu. Kemudian membuat komunitas sepak bola tetapi lebih ke dakwah,” jelas Eka Ramdani dalam channel You Tube Jurnal Opah.

Menurut pria berpostur tinggi 167cm ini, komunitas sepak bola dakwah ini bertujuan supaya yang terlibat di dalamnya tidak cuma main sepak bola saja, namun pula ada aktivitas semacam pengajian dan kajian.

“Karena kebanyakan teman-teman di luar komunitas atau mungkin teman-teman pesepak bola kita biasanya agak sedikit malu untuk ikut kajian, nah kami membuat komunitas muslim sepak bola itu buat wadah teman-teman pesepak bola untuk mengaji bareng dan kajian,” jelas Eka.

“Kalau sesama pesepak bola mungkin tidak malu masuk mesjid bersama-sama, mengaji bersama, sama-sama belajar (agama), dan lain-lainya sehingga tidak canggung. Tapi kalau misalkan harus benar-benar ke komunitas mengaji, mungkin agak sedikit tidak bebas seperti kepada sesama pemain bola. Jadi berdirilah komunitas sepak bola dakwah ini,” ungkap Eka.

Untuk aktivitas kajian, lanjut eks amunisi Persela Lamongan ini, biasanya bergantian ke rumah-rumah, atau terkadang berkumpul di suatu tempat untuk berbagai, diskusi serta mengadakan kajian.

“Kegiatan kajian kita gantian ke rumah-rumah, misalkan minggu ini rumah saya, selanjutnya rumah Wildansyah, dan lainnya atau nongkrong di tempat ngopi sambil kajian,” kata Eka.

Komunitas ini belum banyak anggota, apalagi selama wabah virus Corona aktivitas sepak bola tidak ada sama sekali.

“Tapi kalau kajian tetap berjalan, paling diikuti sekitar enam sampai delapan orang dan anggotanya tidak semua pemain Persib Bandung, ada juga pemain U-23, dan mentornya dari luar sepak bola yang biasa mengisi kajian,” tutur Eka.

Tidak cuma itu komunitas sepak bola dakwah yang dirikan Eka Ramdani ini terkadang pula menjalankan road show ke berbagai pesantren yang ada di Jawa Barat.

“Kegiatan itu sudah berjalan ke beberapa pesantren seperti Indramayu, bahkan kemarin kami ke pesantren yang ada di pelosok di sekitar Sukabumi. Kami memang diajak ustad dengan agenda seperti itu ke pelosok-pelosok,” tutur Eka mengakhiri.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *