PSS Sleman Menyarankan Ajang Shopee Liga 1 2021 Dilaksanakan 2 Daerah

PSS Sleman, via Dirut tim Marco Gracia Paulo punya ide mengenai format ideal untuk ajang musim 2021.

Satu di antaranya adalah format dua daerah yang dirasa paling pas untuk mengadakan gelaran dalam masa wabah Corona.

“Setelah melalui rangkaian ajang pra musim di bulan Februari-Maret, baru kemudian jadwal pelaksanaan kompetisi di bulan Mei atau Juni sampai Desember 2021,” papar Marco Gracia Paulo, Selasa (19/01/2021).

PSSI segera mengambil sikat usai melihat hasil perjumpaan online antara PT LIB dengan para perwakilan tim. Adapun hasil perjumpaannya adalah kesetujuan memandekkan Shopee Liga 1 2020.

Super Elang Jawa pula minta federasi segerai mewujudkan wacana ajang tahun 2021, terutama soal jadwal yang disarankan usai Idul Fitri 2021 atau bulan Juni.

“Bisa setelah Idul Fitri, logikanya tidak mungkin secara kompetisi penuh. Namun dengan format dua wilayah, karena jadwal akan panjang pemain rentan cedera,” ungkapnya.

Di sisi lain, PSS Sleman pula tidak mempersoalkan metode degradasi yang mampu kembali diaktifkan oleh PSSI. PSSI pernah mempraktikkan regulasi tidak ada degradasi baik di Liga 1 maupun Liga 2, saat status ajang berjalan force majeure.

Menurut Marco, pelaksanaan ajang tidak bola meninggalkan sisi persaingan yang jujur. Tetapi, ia mengusulkan wewenang menentukan regulasi itu kepada PSSI via persetujuan AFC.

“Kemudian untuk degradasi atau tidak itu semua wewenang di PSSI, asal sesuai persetujuaan AFC. Memang ada banyak hal harus diperhatikan, jangan sampai hilang kompetitif di Liga Indonesia,” tuturnya.

“Kompetisi tujuannya persaingan dan tidak boleh takut adanya degradasi. Tidak boleh khawatir, yang memalukan adalah memutuskan secara teruru-buru. Waktu masih panjang, 2021 bisa kompetisi pertama setelah pandemi,” jelas Marco.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *